LATEST UPDATES


Cerita - Chapter 28


Published at 21st of October 2019 11:25:09 AM
Please help us improve Trinity Audio
Chapter 28



Sponsored Content




Di sini aku nak menceritakan pengalaman seks aku dengan adik kandung ku sendiri . Nama aku Naza . Keluarga aku berasal dari Sik, Kedah . Adik aku pula namanya Rina . Umur aku 32 tahun sementara Rina pula 27 tahun . Sememangnya telah sekian lama aku mengidam untuk menikmati tubuh adikku Rina . Terlalu geram aku melihat tubuh Rina yang montok dan gebu itu . Punggung Rina yang solid itu membuatkan aku begitu terliur sekali .

Maka peluang yang ditunggu-tunggu itu tiba jua pada hari aku membawa Rina pergi membeli belah ke Pulau Pinang . Setelah puas membeli belah, kami pun bercadang untuk pulang . Jam menujukkan pukul 11:45 malam . Aku menghidupkan enjin kereta . Setelah bergerak beberapa meter, tiba-tiba enjin keretaku mati . Puas aku cuba membaiki enjin keretaku, tapi tak berjaya . Malam makin larut . Dimana aku dan Rina nak tidur?

Aku berfikir untuk menyewa hotel . Kami menyewa hotel Shangrila, dekat Komtar . Selepas mandi, adikku Rina memakai kain batik yang baru di beli tadi . Aku pula masih memakai tuala selepas mandi . Mata aku tertumpu pada tubuh adikku Rina yang sedang leka menonton TV sambil berbaring di atas katil . Aku merangkak ke atas katil dan berbaring di sebelah Rina . Kemudian aku mula menarik Rina rapat kepadaku . Pada mulanya Rina memandangku dengan muka terkejut dan tidak menduga tindakan aku itu dan dia cuba menolak pelukanku .

"Abang Naz, Rina takut . . . . " keluh Rina pada aku .

"Alaaa . . . . . apa nak di takutkan . . . " kata ku sambil terus juga memeluk Rina . Aku memeluk Rina dengan rapat sekali . Aku menyedut-nyedut leher Rina dengan penuh keberahian . "Arrrrhhhh . . . . . abang Naz . . . . " keluh Rina mengeliat kegelian . Setelah beberapa minit, Rina mula merasa begitu berahi sekali . Rina mula membalas setiap kucupan yang aku berikan . Kami saling berkulum-kulum lidah .

Aku mula menanggalkan baju kurung Rina . Tertanggal saja baju, maka terserlah dua gunung kepunyaan Rina . Aku membenamkan mukaku ke dua-dua gunung Rina itu . Aku gentel dan hisap kedua-dua puting tetek Rina yang tegang menegak itu .

"Uuuhhhhh . . . . . sedap bang . . . . uuu . . . . uuhhh . . "

Kemudian aku tanggalkan kain batik Rina . Berdebar-debar jantung ku melihat celah kangkang adikku Rina . Aduhhh . . . . tembam sekali cipap Rina yang masih berseluar dalam mini saiz warna merah itu . Selepas itu aku pula menanggalkan tualaku dan berdiri di hadapan Rina dengan hanya berseluar dalam sahaja . Rina hanya memandangku dengan selamba sahaja .


Sponsored Content


Sepantas kilat aku menerkam adikku . Kami berpelukan-pelukan sambil mengulum lidah dengan begitu rakus . Ternyata hebat sekali respon yang diberi oleh adik Rina padaku . Seolah-olah dia telah berpengalaman melakukan hubungan seks . Aku menanggalkan coli merah Rina dan nampaklah kedua-dua bukit Rina yang sederhana saiznya . Sekali lagi aku benamkan mukaku pada ke dua-dua gunung Rina . Di waktu yang sama, aku memasukkan tanganku yang kasar itu ke dalam seluar dalam Rina . Aku gentel-gentelkan kelentit Rina .


Mengerang -ngerang Rina apabila merasa biji kelentitya di gentel-gentel .

" Abang Naz . . . . . uuuhhhh . . . . . uuhhhhh" ngerang Rina sambil memelukku dengan rapat . Mata Rina makin lama makin layu di buai kesedapan yang amat sangat .

Dari gunung Rina aku sedikit-sedikit merayap ke perut Rina . Aku jilat-jilat perut adikku . Kemudian aku menuruni kebahagian kangkang adikku yang masih berseluar dalam itu . Tangan kananku menyeluk ke dalam seluar dalam Rina . Aku dapat rasakan cipap adikku sudahpun dibanjiri oleh air mazinya . Aku mula menanggalkan seluar dalam Rina . Terlucut sahaja seluar dalam merah Rina, maka terserlahlah cipap Rina yang tembam itu . Bulu cipap Rina agak lebat juga .

Tanpa melengahkan masa, aku benamkan mukaku ke cipap adikku . Dengan menggunakan hujung lidah, aku menggentel kelentit Rina . Melentik-lentik tubuh Rina apabila terasa cipapnya di jilat-jilat oleh aku .

" Arrrghhhh . . . . . arrghhhhh . . . . abang Nazzzz . . . . sedapppp bang " rintih Rina sambil tangannya menarik-narik rambutku . Jari kanan aku menguak bibir cipap Rina . Aku menekan hujung lidah sedalam yang termampu . Terangkat-angkat punggung Rina setiap kali aku menghenyak kelentitnya dgn lidah . Semakin lama semakin banyak air mazi adikku melimpah ruah . "Abangggg Nazz . . . . . jilat lagi . . . banggg . . . . . uuuhhhhhh" keluh adikku sambil menggelengkan kepalanya kiri dan kanan .

Aku menghentikan kegiatan menjilat cipap Rina . Sambil berdiri di atas katil, perlahan-lahan aku menanggalkan seluar dalam ku . Terbeliak biji mata Rina apabila memandang batang aku yang panjangnya lebih kurang 8 inci dan saiznya sebesar lengan .



Sponsored Content



" Wowww . . . besarnya batang abang" kata Rina sambil mendekati kearahku .

" Rina . . . . kulum batang abang, ya" pintaku pada Rina

Rina memegang batangku yang tegang macam kayu itu dan mula memasukkan bahagian kepala batangku yang seperti cendawan itu kedalam mulutnya . Dia mula menyorong dan menarik batangku . Lipstick merahnya mengalir berterusan membasahi keseluruh batang .

" Uuuuhhhhh . . . . . uuhhhhh . . . . sedap dikkk Rina . . . . . laju lagi . . Ahhhhh . . " keluh aku sambil memegang kepala Rina supaya sorong-tariknya lebih laju . Oleh kerana dek batangku terlalu besar, Rina kelihatan seperti sesak nafas, setiap kali menyorong tarik batangku dari mulutnya .

Selepas setengah jam, Rina masih lagi mengulum-ngulum batang aku . "Dikkkk . . . . cukup . . . abang dah tak tahan ni . . . . . nanti terpancut pulak . " keluh aku pada Rina . Tetapi Rina tetap tidak melepaskan batang aku dari mulutnya . Kemudian Rina tiba-tiba bangun menuju ke arah meja di hujung katil . Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam beg tangannya .

"Abang Nazz . . . . . pakai kondom ni . . . . Rina takut mengandung laaa . . . . " kata Rina padaku sambil memberi sekeping kondom pada aku . Dari malam itu barulah aku tahu, adikku Rina memang seorang yang ketagih seks . Malah katanya padaku, dia juga telah sekian lama memendam rasa untuk melakukannya dengan aku .

Aku mengambil kondom dan terus menyarungkan kebatangku yang tegang lagi besar itu . Selepas itu kembali menerkam tubuh Rina . Aku kangkangkan kedua-dua belah kaki Rina dan menghalakan batang ku betul-betul tepat ke arah bibir cipap adikku Rina . Kemudian dengan sekali tujahan sahaja, batang aku terbenam masuk kedalam cipap Rina . Adikku mengerang kesedapan sambil mendongakkan kepalanya ke atas . Mulut Rina terlopong luas apabila merasa cipapnya merima tujahan dari batang abangnya Naza . Saat itu barulah aku tahu bahawa adikku Rina sebenarnya sudah tiada dara lagi .

"uuuhhhhh . . . . . uuuhhhhh . . . . Aaaarrghhhh . . . sedap bang Nazz . . . " rintih Rina Sambil ituaku ramas-ramas tetek adikku . Rina seperti lembu kena sembelih setiap kali aku menujah-nujah batangku . Masuk . . . keluar . . . . masuk . . keluar . . . masuk . . .



Sponsored Content



"Bangggg . . . . laju lagi bangggg . . . Aaahhhhh . . . uuuhhhhhh" mengerang Rina setiap kali cipapnya di tujah oleh batang aku . Tangannya menggenggam rapat kain cadar katil .

Aku menganggkat punggung Rina sedikit dan meletakkan bantal di bawahnya supaya tujahan aku dapat masuk dengan lebih dalam lagi . Aku pegang pergelangan kaki adikku dan letakkan di atas bahu . Kemudian kembali menghala batangku ke bibir cipap Rina . Dengan sepenuh tenaga aku hayunkan senjataku menembusi sampai ke mutiara di dasar cipap Rina .

"Aaaarrrgggghhhhhh . . . . . abanggggg . . . . . aaahhhhhhh . . . . uuuuhhhhhhh" raung adikku menerima tujahan padu dari ku . Aku sorong . . . . aku tarik . . . aku sorong . . . . aku tarik . . . Terkerut-kerut muka Rina menerima asakan demi asakan dari aku . "Aaaarrgghhhh . . . . uuuhhhhhhh . . . sedappppp . . . . aaaahhhhhhh" rintih adikku lagi .

Aku mengubah posisi pula . Kali ini style 'doggie' . Rina bangun dan mula menonggengkan punggung ke arah ku . Sambil melutut menghadapi punggung adikku, aku kemudian menguakkan kaki Rina dengan menggunakan lutut . . Aku rapatkan batang ku ke arah cipap adikku . Tanganku memegang pinggang Rina . Setelah batang ku tepat pada sasarannya . . . dengan sekali hayun batangku menembusi cipap Rina .

"Aaaarrrghhhhh . . . uuuhhhhhh" ngerang adikku menerima asakan style 'doggie' . Aku sorong . . . . tarik . . . . sorong . . . . tarik . . . . sorong . . . . tarikkk . . . " Bangggg . . . laju banggg . . . . lagi bangggg . . . Aaaahhhhhhhhh" rintih Rina sambil tangannya menggengam erat cadar katil . Berkecamuk cadar ditarik oleh adikku dek kesedapan yang amat sangat . Kedua-dua tanganku meramas-ramas tetek Rina .

Aku kembali mengubah posisi - adikku di bawah dan aku di atas . Rina memegang bahuku dengan erat . "Uuuuuhhhh . . . . . uuuhhhhh . . . . uuuuhhhhhh . . . . " keluh Rina menerima tembakan pada cipapnya . Ditarik-tariknya rambut aku dek kerana kelazatan . "Bangggg . . . . . dalam lagi . . . . . bang Nazzzz . . . . " ngerang Rina seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, sekejap ke kiri, sekejap ke kanan . Di kangkang kakinya luas-luas supaya bagi memudahkan aku menyorong tarik batangku .

Setelah hampir 2 jam bertarung di atas katil, aku dapat merasakan, air mani ku sudah hampir nak terpancut . Aku menambahkan kelajuan sorong-tarik batangku ke dalam cipap Rina . Kemudiann . . . .

" Aaaarrrgghhhhhhhhhhh . . . . . Rinaaaa . . . . . Aaaaarrhhhhhhh . . . . Aaaaahhhhhh" keluh aku apabila air mani ku memancut-mancut kedalam cipap Rina . Aku peluk Rina dengan erat sekali . Nasib baik pakai kondom . Pada ketika yang sama juga, Rina mengerang panjang . "Uuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhh . . . . . Bangggggggggggggg" raung Rina sambil menarik pinggangku dengan erat sekali . Kami bergelut dengan hebat,dan tubuh kami bertaut rapat, ketika sampai klimaks .



Sponsored Content



Begitulah kisah hubungan seks aku dengan adikku Rina . Selepas itu barulah Rina memberitahu aku, bahawa dia juga telah lama mengimpikan untuk melakukan seks dengan aku, kerana dia sudah bosan melakukannya dengan orang lain . Dia ingin menukar selera, dengan melakukannya dengan abang kandung sendiri . Kata Rina lagi, sejak dari dulu lagi dia ingin menhisap batang aku . Sehingga terbawa-bawa ke dalam mimpi .

Sejak dari hari itu aku dan adikku kerap sekali melakukan hubungan seks . Kadang-kadang sampai 6 kali dalam satu hari . Kalau tak dapat di hotel . . . . dalam semak pun boleh jadi . Rina pulak kalau sehari tak dapat main dengan aku, sekurang-kurangnya dia mesti hendak hisap batang aku . Bahagianya dapat adik perempuan yang kuat seks .

Pesan Rina lagi, jika ada sesiapa ingin menggoda abang sendiri ikutilah cara-cara berikut .

1 . Jika duduk dalam kereta bersama abang anda; kangkang kan kaki anda sedikit luas; atau pun ; kangkang . . tutup . . . kangkang . . . tutup . . . Tentu dia akan menjeling ke bawah .

2 . Jika dia nak ke kedai, kirim padanya suruh beli apa-apa jenis apam . Sebelum di hidangkan apam itu untuknya, sapukan apam itu pada cipap anda sambil berkata . "untuk abangkku Naza (sebutkan nama abang anda)

3 . Atau pun kirim padanya atau makan di hadapannya gula-gula lollipop atau ais krim Cornetto . Tentu dia terbayang-bayang sesuatu .

4 . Seluar dalam atau pun coli berwarna merah boleh menaikkan nafsu lelaki . Letakkan seluar dalam atau coli tersebut supaya senang di lihat oleh abang anda .

Pesan Rina lagi hubungan seks adik-beradik adalah perkara biasa sahaja di zaman moden ini . Kalau setakat seks oral tuu . . . ramai adik-abang yang melakukannya . Dengan syarat ketika nak melakukan hubungan seks mesti pakai kondom untuk mengelakkan dari hamil . . Kalau tak naya adik ooiiii . . .

Setakat ini adikku Rina telah pun berkahwin dan mempunyai 2 orang anak . Kami pun jarang-jarang berjumpa . Tapi kadang-kadang kalau suaminya pergi luar negeri, aku lah yang menjadi teman untuk memuaskan nafsu berahinya .

Sponsored Content




COMMENTS